Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund

Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund

Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund

Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund

Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund, Ilkay Guendogan terbilang baru bergabung dengan Manchester City. Tapi, begitu ditanya apakah mungkin kembali ke Borussia Dortmund, ia tidak mengelaknya.

Guendogan Tidak Menutup Kemungkinan Untuk Kembali ke Dortmund

Guendogan sempat absen lama, dan tidak ikut ambil bagian bersama timnas Jerman di Piala Eropa 2016, akibat cedera lutut. Debutnya bersama City pun baru dilakukannya pekan lalu, ketika City bertanding melawan Borussia Moenchengladbach di matchday I Liga Champions.

Tidak lama setelahnya, ketika menghadapi AFC Bournemouth di Premier League, Guendogan membuka rekening golnya untuk City. Dengan dua penampilan bagus bersama The Citizens, gelandang berusia 25 tahun itu bisa dibilang langsung nyetel dengan tim.

Guendogan mengaku bertekad untuk bermain bersama City selama mungkin. Namun, jika dalam beberapa tahun ke depan Dortmund tertarik untuk membawanya kembali, Guendogan akan memikirkannya.

“Kalau konteksnya dalam satu atau dua tahun ke depan (kembali ke Dortmund), mungkin saya tidak akan bahagia,” ujarnya kepada Bild. “Sebab, dengan begitu saya sudah gagal atau tidak berkembang sama sekali.”

Lalu, kapan saat yang dirasanya tepat untuk kembali ke Dortmund?

“Jika saya sudah berusia 29 atau 30, dan jika Dortmund masih menginginkan saya. Intinya, saya tidak mau menutup segala kemungkinan. Tapi, untuk saat ini, saya punya target-target besar,” kata Guendogan.

Guendogan bergabung dengan Dortmund pada 2011. Ia dengan cepat menjadi salah satu idola pendukung Dortmund selepas kepergian gelandang Dortmund lainnya, Nuri Sahin.

Total, selama berkostum Dortmund, Guendogan bermain sebanyak 157 kali dan menyumbang 15 gol.

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya, Manajer Liverpool, Juergen Klopp, senang dengan komposisi pemain dalam skuatnya. Meski Klopp mengaku dirinya dibuat pusing saat menyusun starting eleven.

Klopp Mengaku Sangat Senang Dengan Komposisi Pemain Skuatnya

Hal itu dikatakan Klopp usai Liverpool memenangi laga babak ketiga Piala Liga Inggris di kandang Derby County, Rabu (21/9/2016) dinihari WIB, dengan skor 3-0.

Laga itu hanya selang empat hari setelah kemenangan 2-1 atas Chelsea. Klopp sendiri melakukan tujuh pergantian pemain termasuk menurunkan kiper Loris Karius pertama kalinya musim ini usai sembuh dari cedera.

Ragnar Klavan kembali ke lini belakang, sementara di lini tengah Marko Grujic dipasangkan dengan Jordan Henderson dan Lucas Leiva. Di lini depan Roberto Firmino dan Divock Origi dimainkan.

Tak cuma itu, di babak kedua ada Emre Can dan Danny Ings yang dimainkan usai mengalami cedera.

Komposisi skuat yang nyaris berubah total itu nyatanya memang tak mempengaruhi performa Liverpool, yang tetap tampil dengan penuh tenaga ala gegenpressing Klopp.

Oleh karenanya bagi Klopp ini seperti berkah terselubung untuknya. Di satu sisi dia senang punya banyak stok pemain untuk alternatif strategi dalam pertandingan, tapi di satu sisi Klopp harus dibuat pusing untuk menentukan starting line-up.

“Semakin banyak pemain yang dipunya, semakin sulit memang untuk saya memilih tapi itu lebih baik tentunya untuk Liverpool,” ujar Klopp di Sky Sports.

“Kebugaran Can bukan masalah. Dia punya mentalitas kuat dan seorang petarung, tapi ini soal ritme bermain – ritme itu tidak bisa dibeli begitu saja di toko,” sambungnya.

“Saya tidak mau buru-buru memainkannya dan Emre pun tak masalah,” tutupnya.

Liverpool akan melakoni pekan keenam Liga Inggris di kandang melawan Hull City.

Rooney Harus didepak Dari Skuad Inti Manchester United

Liga108Marcus Rashford mengaku siap menggantikan posisi Wayne Rooney sebagai pemegang no 10 di Man UnitedMarcus Rashford tampil bersinar saat Manchester United terpuruk. Ia pun mengaku siap untuk mengambil alih posisi no 10 yang saat ini diisi sang kapten, Wayne Rooney, Rabu (21/09/16). Rooney Harus didepak Dari Skuad Inti Manchester United.

rooney

Marcus Rashford mengaku bersedia bermain di posisi no 10 yang saat ini ditempati Wayne Rooney di Manchester United. Bagi Rashford, terpenting baginya adalah ia dapat bermain ketika dibutuhkan. “Nomer 10, di kedua sisi sayap maupun di sisi depan,” kata Rashford kepada Inside United.

r

“Ini artinya saya punya banyak amunisi saat datang ke pertandingan,” terangnya. Di laga kontra Watford, permainan yang ditampilkan Rashford berbanding terbalik dengan Wayne Rooney. Sang kapten terlihat bermain ngawur dan kerap melakukan kesalahan.

Sementara Rashford berhasil mencetak satu gol dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 3-1 tersebut. Setelah laga tersebut, penilaian fans MU terhadap Rooney pun menjadi buruk. Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Red Issue Sancturary, 99,08 persen responden menilai Rooney harus didepak dari skuat inti.

Posted By Agen Bola

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina, AS Roma kalah pada laga melawan Fiorentina. Pelatih Giallorossi Luciano Spalletti menyebut timnya masih di trek yang benar, meski menekankan perlu ada perbaikan.

Spalletti Ambil Sisi Positif Setelah Dikalahkan Oleh Fiorentina

Roma kalah 0-1 saat bertandang ke Artemio Franchi akhir pekan kemarin. Tampil dominan, mereka kebobolan pada menit ke-82 oleh sepakan jarak jauh Milan Badelj.

Meski hasilnya mengecewakan, Spalletti mengaku melihat ada beberapa hal positif dari penampilan timnya di partai ini.

“Kami tidak tampil sangat baik di laga terakhir tapi saya melihat sejumlah sinyal penting. Pada pembicaraan tim usai laga di Florence, saya memulai dengan mengatakan kami berada di trek yang benar dan kami harus terus melaju di trek ini,” ujarnya dikutip Football Italia.

Di Fiorentina, Roma tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dengan persentase 55%. Tapi dari besaran penguasaan bola itu, mereka cuma mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sementara Fiorentina malah dua kali lebih banyak.

Meningkatkan kualitas penguasaan bola ini diakui Spalletti menjadi perhatian utama timnya. Di sepertiga akhir, Roma dinilai masih kurang gereget.

“Kami harus fokus pada kualitas penguasaan bola kami, kami harus mengontrol pertandingan sehingga bisa membuat perbedaan, terutama para penyerang,” sambungnya.

“Kami harus lebih jarang mendapatkan bola dari kiper dan lebih menguasai area sepertiga akhir lapangan. Jadi itulah yang sudah kami kerjakan sejauh ini, tapi saya mau melihat sejumlah perkembangan besar.”

“Kami perlu mengontrol pertandingan, karena kalau kami melakukan itu kami bisa memberikan sedikit bantuan ke para penyerang. Kami bisa memberikan mereka kepercayaan diri lebih besar dan membuat mereka lebih rileks,” demikian Spalletti.

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan, Kabar buruk untuk Tottenham Hotspur terkait kondisi penyerang andalannya Harry Kane yang mengalami cedera ligamen engkel. Kane kabarnya harus absen dua bulan.

Harry Kane Dikabarkan Harus Absen Selama Dua Bulan

Kane menjadi pahlawan dalam kemenangan 1-0 Spurs atas Sunderland, Minggu (18/9/2016) lalu. Tapi Kane kemudian mengalami cedera yang membuat Spurs cemas.

Kane terpincang-pincang usai melakukan tekel terhadap Djilobodji dan digantikan oleh Vincent Janssen. Striker internasional Inggris itu kemudian terlihat meninggalkan stadion dengan menggunakan kruk dan sepatu pelindung di kaki kanannya.

Pemandangan itu membuat Spurs harap-harap cemas karena Kane bisa saja absen untuk waktu lama. Ketakutan klub London Utara itu menjadi kenyataan setelah tim dokter memvonis ada masalah pada ligamen engkel kanan Kane.

Meski tak disebutkan berapa lama pemain 23 tahun itu harus absen, namun dengan cedera seperti itu maka Kane diharuskan beristirahat sekitar dua bulan.

“Dia (Kane) mendapat cedera ligamen engkel,” ujar manajer Spurs, Mauricio Pochettino, seperti dikutip Soccerway.

“Kami akan memeriksanya setiap hari tapi belum tahu pasti berapa lama dia harus absen,” sambungnya.

Kane musim ini sudah bikin dua gol dari enam pertandingan di seluruh kompetisi.

Selain Kane, ada juga dua pemain Spurs yang tumbang di laga kontra Sunderland lalu yakni Eric Dier dan Moussa Dembele.

“Kami akan memeriksa lagi Moussa Dembele dan Eric Dier untuk melihat kondisi mereka. Rasa-rasanya cedera mereka tidak serius,” tutupnya.

Permainan Terburuk Wayne Rooney Saat Melawan Watford

Liga108Wayne Rooney tampil mengecewakan di laga kontra Watford. Manchester United sendiri harus mengakhiri laga dengan hasil memalukan di Stadion Vicarage Road, Senin (19/09/16). Manchester United menelan hasil pahit saat laga kontra Watford. Kekalahan 3-1 ini menjadi kekalahan ketiga beruntun yang dicatat Setan Merah musim ini. Permainan Terburuk Wayne Rooney Saat Melawan Watford.

VIDEO

Kapten MU, Wayne Rooney, tampil buruk di laga ini. Rooney seperti kehilangan arah dan tak tahu harus mengirimkan bola pada siapa. Selain aliran bola yang tak terarah, penguasaan bolanya juga lemah. Di laga ini, Rooney benar-benar kehilangan identitasnya sebagai pemain no 10 United.

Manajer Jose Mourinho sendiri mengakui penampilan para pemainnya tak sesuai harapan. Tentu sang pelatih harus segera membenahi hal ini agar United kembali ke jalur positif.

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City, Ilkay Guendogan memberi pujian pada manajer barunya Josep Guardiola. Membandingkannya dengan Juergen Klopp, Guendogan menyebut Guardiola sebagai seorang genius.

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan sudah melakoni laga debut bersama The Citizens. Dia tampil di laga melawan Bournemouth di akhir pekan lalu.

City memetik kemenangan dengan skor akhir 4-0, Guendogan mencetak satu gol dalam pertandingan itu. Tiga gol lainnya dilesakkan oleh Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, dan Kelechi Iheanacho.

Guendogan bermain selama 72 menit di laga melawan Bournemouth. Ia ditarik digantikan oleh Leroy Sane.

Guendogan yang belum genap empat bulan bekerja sama dengan Guardiola, lantas memberikan pujian. Dia juga menyebut-nyebut nama Klopp, pelatihnya saat masih memperkuat Dortmund.

“Keduanya merupakan manajer kelas dunia dengan kualitasnya masing-masing,” kata Guendogan di Express.

“Tak akan adil untuk bilang bahwa Juergen lebih emosional, tapi saat Anda melihat dia di pinggir lapangan di setiap menit, tak sulit untuk mengerti mengapa Dortmund begitu sukses di bawah asuhannya.”

“Pep sangat bersemangat, tapi dalam cara yang berbeda. Dia lebih seperti seorang genius yang membaca pertandingan dan bisa menutupi situasi yang bisa dibayangkan. Dia menunjukkan pada kami bagaimana untuk menciptakan ruang dan menemukan solusi, serta tak ada manajer seperti dia yang membuat dia mungkin sebagai yang terbaik dunia,” imbuhnya.

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia, Claude Makelele berharap N’Golo Kante bisa menjadi gelandang bertahan terbaik dunia saat ini, juga melampaui performa dirinya dulu di posisi itu.

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Pada satu waktu di puncak kariernya Makelele pernah digadang sebagai salah satu gelandang terbaik dunia, dengan melapis barisan bertahan dan mendistribusikan bola kepada rekan-rekan satu timnya yang lebih kreatif di Real Madrid dan Chelsea.

Pria Prancis berusia 43 tahun, yang mengawali karier di Nantes dan juga sempat main untuk Marseille dan Celta Vigo itu kini sudah pensiun dan belakangan nama Kante didengung-dengungkan sebagai suksesornya sebagai pemain top di posisi gelandang bertahan.

“Itu merupakan sebuah posisi yang sulit untuk dimainkan. Anda harus menjadi seorang pemimpin. Anda harus bekerja sama dengan rekan-rekan setim di lini tengah,” ucap Makelele seperti dilansir Soccerway.

“Saya menyukai N’Golo Kante, tapi apa ia lebih baik daripada saya di posisi itu? Saya tak tahu. Ia masih butuh waktu untuk sepenuhnya mempelajari tugas di posisi tersebut, mengenai sepakbola,” sebutnya.

Kante meroket di Leicester City musim lalu, memberikan luapan tenaga dalam tim besutan Claudio Ranieri yang secara mengejutkan menjuarai Premier League setelah direkrut dari Caen.

Performa Kante bersama The Foxes membuka jalan pemain berusia 25 tahun ke tim nasional Prancis di Piala Eropa 2016 dan juga kepindahan ke Chelsea musim panas ini.

“Ia seorang pemain muda yang benar-benar saya gemari dan saya harap ia akan jadi lebih baik daripada saya dulu,” kata Makelele.

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland, Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan kala Tottenham Hotspur menjamu Sunderland. Gol tunggalnya memastikan Spurs menang 1-0.

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Menjamu Sunderland di White Hart Lane, Minggu (18/9/2016) malam WIB, Spurs bermain sangat dominan. ESPN mencatat anak asuh Mauricio Pochettino punya persentase penguasaan bola hingga 74%.

Dari tigginya penguasaan bola itu, Spurs melepaskan 39 tembakan dengan sembilan yang tepat sasaran. Sunderland di lain sisi, terbatasi hingga hanya punya enam upaya di mana dua yang mengarah ke gawang.

Meski demikian, Spurs harus menunggu hingga menit ke-59 untuk memecah kebuntuan. Kane mencetak gol dari jarak dekat usai meneruskan umpan dari Dele Alli.

Dengan kemenangan ini, Spurs menempati posisi tiga klasemen sementara dengan nilai 11 dari lima pertandingan. Mereka belum terkalahkan sejak start musim ini. Sedang Sunderland belum beranjak dari papan bawah, menempati urutan 19 dengan baru mengoleksi satu poin.

Susunan pemain:

Tottenham Hotspur: Lloris, Walker, Alderweireld, Dier (Davies 77′), Vertonghen, Dembele (Lamela 74′), Wanyama, Sissoko, Alli, Son, Kane (Janssen 88′)

Sunderland: Pickford, Manquillo, Kone, Djilobodji, Denayer (McNair 90′), Januzaj, Kirchhoff (Khazri 79′), Cattermole, Ndong, Pienaar (Watmore 63′), Defoe

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford, Manchester United menderita tiga kekalahan beruntun setelah tumbang di markas Watford. Hasil mengecewakan itu turut meninggalkan sejumlah catatan buruk.

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

Misi bangkit MU gagal total. Bertandang ke Vicarage Road, Minggu (18/9/2016), ‘Setan Merah’ takluk dengan skor 1-3.

Wayne Rooney dkk. tertinggal saat laga berjalan 34 menit lewat gol Etienne Capoue. Usai turun minum, penyerang muda Marcus Rashford menghidupkan asa dengan mencetak gol balasan di menit 62.

Watford memberi pukulan telak kepada MU setelah Juan Zuniga mencetak gol di 10 menit terakhir. MU semakin terpuruk usai wasit menunjuk titik penalti menyusul pelanggaran Marouane Fellaini terhadap Zuniga. Hadiah penalti itu dieksekusi dengan sempurna oleh Troy Deeney.

Sebelumnya, MU juga kandas di markas Feyenood 0-1 dalam laga penyisihan grup Liga Europa pada tengah pekan ini dan dipermalukan rival sekotanya Manchester City 1-2 di Old Trafford, akhir pekan lalu.

Menurut GracenoteLive, kekalahan MU di markas Watford adalah yang pertama dalam 30 tahun. Kemenangan terakhir the Hornets atas mereka terjadi dua bulan sebelum MU menunjuk Sir Alex Ferguson sebagai manajer [November 1986].

Bukan hanya klub, sang manajer Jose Mourinho juga mengukir torehan buruk. Mourinho kalah di tiga pertandingan beruntun dalam satu musim untuk kali pertama kalinya sejak 2002, ketika melatih Porto.

Dengan baru sembilan poin yang dikumpulkan MU dalam lima pertandingan pertama Premier League, Mourinho lebih buruk dari manajer yang digantikannya Louis van Gaal. Di 2015-16, Van Gaal mengumpulkan 10 poin dari lima pertandingan.