Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah

Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah

Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah

Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah

Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah, Olivier Giroud dikartu merah saat Arsenal mengimbangi Paris St. Germain 1-1. Giroud kesal betul dengan Marco Verratti, yang juga di kartu merah dalam laga itu.

Giroud Sangat Kesal Dengan Verratti Usai di Kartu Merah

Pada pertandingan Grup A di Parc des Princes, Selasa (14/9/2016) dinihari WIB, kedua pemain mesti meninggalkan lapangan lebih awal. Giroud dan Verratti diacungi kartu kuning kedua saat laga memasuki injury time.

Dalam tayangan ulang, terlihat insiden itu diawali setelah Giroud membuat gelandang PSG itu jatuh. Lalu penyerang Prancis itu ikut jatuh karena tersandung kaki pemain lawannya tersebut.

Tiba-tiba dari belakang, bek PSG Marquinhos mendorong Giroud yang membuat Verratti terjatuh lagi. Sebelum akhirnya wasit Viktor Kassai mengusir Giroud dan Verratti.

“Dalam situasi sudah mendapatkan satu kartu kuning, aku tidak ingin membuat masalah,” ujar Giroud usai pertandingan yang dikutip Soccer Way. “Aku menghambat Verratti, lalu dia menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah dan aku tidak memahami hal itu.”

“Marquinhos mendorongku dari belakang dan aku tidak tahu bagaimana Verratti bisa jatuh untuk kedua kalinya,” sungut dia.

“Ini membuat frustrasi, terutama karena aku tidak tahu apakah wasit melihat apa yang terjadi. Aku benar-benar terkejut dengan kelakuan Verratti.”

Manajer Arsenal Arsene Wenger belum bisa banyak berkomentar terkait insiden itu. “Giroud bersumpah kepada saya bahwa dia tidak melakukan apapun. Saya harus melihat insidennya lagi, karena bolanya berada di sisi lain lapangan.”

“Tiba-tiba ada sedikit percekcokan Verratti dan Giroud. Saya tidak tahu mengapa,” imbuh Wenger.

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto, Juventus masih belum mau sesumbar untuk menargetkan juara Liga Champions. Bagi ‘Si Nyonya Tua’, Scudetto keenam beruntun terlihat lebih realistis.

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Bukan rahasia lagi jika Juve begitu mendambakan trofi Liga Champions karena terakhir kali mereka menjuarainya adalah tahun 1996. Setelah itu Juve hanya nyaris menjuarai karena selalu kalah di tiga final, yakni 1998, 2003, dan 2015.

Pembelian sejumlah pemain top di bursa transfer musim panas lalu seperti Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Dani Alves, dan Mehdi Benatia jadi tanda keseriusan Bianconeri untuk berbicara banyak di kompetisi Eropa. Kehilangan Paul Pogba rasa-rasanya masih bisa ditutupi oleh para pemain lain.

Namun, Allegri tak sependapat dengan itu karena persaingan di Eropa lebih sengit dan Juve menurutnya bukan salah satu kandidat utama mengingat masih banyak tim-tim kuat lain seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, atau Manchester City.

Bagi Allegri, gelar Scudetto lebih realistis untuk diraih. Lagipula Juve juga mengincar rekor baru di Serie A yakni juara untuk enam musim beruntun, sesuatu yang belum pernah dicapai tim lain.

“Adalah sedikit berlebihan jika menyebut kami favorit juara Liga Champions. Kami hanya termasuk beberapa klub non unggulan yang mungkin saja memenangi trofi itu,” tutur Allegri di Soccerway.

“Tujuan utama kami adalah Scudetto – Scudetto keenam beruntun akan membuat kami menjadi klub legendaris,” sambungnya.

“Rintangan pertama musim ini adalah lolos ke babak gugur Liga Champions. Sangat penting punya start yang bagus.”

Bergabung di Grup H bersama Sevilla, Lyon, dan Dinamo Zagreb. Laga perdananya adalah di Juventus Stadium, Kamis (15/9/2016) dinihari WIB nanti melawan Sevilla.

“Laga besok akan sangat sulit. Sevilla akan mengubah gaya mainnya dan kini mereka lebih menyerang,” tutupnya.

Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-19 Dalam Babak Penyisihan Grup B Piala AFF

Liga108Timnas Indonesia U-19 belum sekalipun meraih poin di babak penyisihan Grup B Piala AFF U-19 2016Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 akan melakoni laga hidup mati kontra Thailand U-19, dalam laga kedua babak penyisihan Grup B Piala AFF U-19 2016 di Hang Day Stadium, Hanoi, Rabu (14/09/16) malam WIB. Pasalnya, kekalahan akan membuat peluang Timnas Garuda Muda untuk melaju ke babak semifinal semakin tipis. Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-19 Dalam Babak Penyisihan Grup B Piala AFF.

indonesia-u-19-vs-thailand-u-19

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Eduard Tjong diprediksi akan menurunkan formasi menyerang 4-3-3 kontra Thailand. Dimas Drajad, Sandi Pratama, dan Saddil Ramdani bakal menjadi tumpuan Timnas Garuda Muda di lini depan.

Kiper Awan Setho Raharjo kemungkinan akan mengisi posisi penjaga gawang utama. Pasalnya, Muhammad Riyandi disinyalir masih kurang fit untuk melakoni laga menghadapi Thailand, usai menderita cedera saat Timnas U-19 kalah 2-3 dari Myanmar di laga perdana. Sedangkan, Satria Tama Hardiyanto kemungkinan tak akan dipercaya di laga hidup mati kali ini, setelah melakukan blunder di pertandingan kontra Myanmar.

Di sisi lain, Thailand U-19 juga akan menampilkan permainan menyerang. Kemenangan menjadi harga mati bagi tim Negeri Gajah Putih.

Dengan kemenangan, Thailand U-19 berhasil mengumpulkan enam poin, dan sekaligus menjaga peluang ke babak semifinal. Sebab, Thailand U-19 sudah meraih kemenangan 2-0 atas Laos di laga perdana.

Meski begitu, Thailand U-19 harus waspadai kekuatan Timnas U-19. Maklum saja, head to head kedua tim berimbang. Thailand U-19 dan Timnas U-19 berhasil meraih masing-masing satu kemenangan dari dua pertemuan terakhir.

indonesia-u-19-vs-thailand-u-19

Apalagi, kedua tim bakal diperkuat para pemain terbaiknya. Tidak ada satupun pemain yang absen dari kedua tim.

Posted By Agen Bola

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool, Juara bertahan Premier League, Leicester City, menelan kekalahan telak dari Liverpool akhir pekan lalu. Satu-satunya cara untuk melupakannya adalah dengan meraih kemenangan di Liga Champions tengah pekan ini.

Leicester Harus Bangkit Usai Kalah Telak dari Liverpool

Leicester benar-benar tak berdaya ketika menghadapi Liverpool di Anfield hari Sabtu (10/9/2016) lalu. Tak mampu membendung aliran serangan The Reds, The Foxes akhirnya takluk 1-4.

“Kami tidak bermain dengan standar yang seharusnya dan mereka menghukum kami,” ujar kiper Leicester, Kasper Schmeichel, di situs resmi klub.

“Mereka tim yang bagus. Amat cair. Dan kami kesulitan untuk mengikuti para pelari mereka sepanjang pertandingan. Liverpool layak dapat pujian.”

Kini, Leicester, yang secara mengejutkan menjuarai Premier League musim lalu, akan menjalani laga perdana mereka di fase grup Liga Champions. Kamis (15/9/2016) dini hari pukul 01.45 WIB, Leicester akan berlaga melawan tuan rumah Club Brugge.

[Baca Juga: Malam Bersejarah Leicester di Bruges]

Start bagus jelas jadi target para penggawa Leicester. Terlebih, Club Brugge juga sedang menjalani musim yang kurang menyenangkan di Liga Belgia; dari enam pertandingan sejauh ini, Club Brugge baru menang dua kali.

Tugas Leicester kini satu: jangan tampil seperti Sabtu lalu.

“Sabtu lalu adalah malam yang berat. Tapi, mungkin terdengar klise, kami harus bangkit. Kami harus menegakkan kepala untuk pertandingan hari Rabu ini,” kata Schmeichel.

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal, Arsenal akan bertandang ke markas Paris St. Germain di laga grup pertamanya. Arsene Wenger menilai PSG jadi ujian bagus untuk mengukur daya saing Arsenal.

Wenger Sebut Melawan PSG Adalah Ujian yang Bagus Untuk Arsenal

Pertandingan itu akan dipanggungkan di Parc des Princes, Rabu (14/9/2016) dinihari WIB. Terakhir kali kedua klub bertemu di semifnal Piala Winners 1993-94 yang berkesudahan kemenangan The Gunners dengan agregat 2-1, termasuk hasil seri 1-1 di Paris.

Arsenal selalu tersingkir di babak 16 besar dalam enam musim terakhir, yang mana lima di antaranya setelah finis runner-up grup. Salah satu penyebabnya ialah perjumpaan lebih awal dengan tim-tim favorit seperti Barcelona dan Bayern Munich.

Berada di Grup A bersama PSG, Ludogoretz dan Basel tidak dipungkiri bisa menjadi peluang besar bagi Mesut Oezil dkk. untuk tampil sebagai juara grup, yang tentunya akan memudahkan mereka di fase knockout.

“Musim lalu kami finis kedua karena ada Bayern di depan kami,” ujar manajer Arsenal itu di ESPN FC. “Kami mampu mengalahkan Bayern di kandang sendiri, tapi mereka lebih konsisten.”

“Kami menjalani sebuah start buruk karena kami kalah di pertandingan pertama melawan Dinamo Zagreb [kalah 1-2], dan setelahnya kami ‘tersedak’ di kandang sendiri saat melawan Olympiakos [kalah 2-3].”

“Apa yang kami perlukan untuk memenangi grup ini adalah merebut hasil bagus di sini pada pertandingan besok,” cetus Wenger.

Wenger optimistis bisa memainkan Laurent Koscielny meski sempat mengalami cedera di wajahnya dalam laga melawan Southampton di liga, akhir pekan lalu. “Koscielny baik-baik saja,” sambung dia.

“Dia memang mendapatkan cedera ringan di wajahnya, tapi dia menjalani pemulihan dengan baik. Bagi saya, dia adalah salah satu bek terbaik di dunia, dan saya harap dia bisa membuktikan hal itu pada besok.”

Pemain Manchester City Kehilangan Gigi Saat Laga Derby

Liga108Aleksandar Kolarov harus kehilangan hal berharga setelah membela klubnya melawan Manchester United. Pertandingan Derby Manchester menjadi laga paling banyak ditonton penggemar sepakbola di seluruh dunia. Dari laga tersebut United harus menunduk malu karena dibekuk oleh rivalnya. Namun, sesuatu yang berharga telah hilang dari salah satu pemain Manchester City, Minggu (11/09/16). Pemain Manchester City Kehilangan Gigi Saat Laga Derby

Video

Manchester City berhasil mencuri poin dari rival sekotanya Manchester United saat bertamu ke Old Trafford.

Namun, ada satu kehilangan yang harus dilanda salah satu pemain City. Aleksandar Kolarov menerima kemalangan setelah berbenturan dengan pemain United, Maruoane Fellaini.
Fellaini melayangkan sikutnya ke wajah Kolarov. Meski begitu, tidak jelas awal mula insiden tersebut dapat terjadi. Tak bisa menghindari celaka, Kolarov harus kehilangan satu gigi depan akibat benturan tersebut.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram, kiper Willy Caballero mengunggah foto bersama Kolarov yang sedang memamerkan gigi ompongnya.

aleksandar-kolarov-dan-willy-caballero

“Kemenangan 2-1 yang luar biasa melawan United di Old Trafford. Hanya satu hal yang hilang dari tim kami,” tulis Caballero sambil bercanda lewat akun @willycaba.

Akun resmi The Citizen juga mengunggah foto Kolarov tersebut. “Hari Senin harus ke dokter gigi ya, Aleks?,” tulis akun @ManCity.

Posted By Agen Bola

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU, Wayne Rooney dinilai tak seharusnya terus menjadi starter di Manchester United. Penampilan bagus pemain-pemain lain menjadi alasan utama penilaian itu.

Rooney Dinilai Tidak Harus Selalu Menjadi Starter di MU

Dalam lima pertandingan yang sudah dilakoni MU, posisi Rooney di belakang striker tunggal tak tergantikan. Dia mampu memberikan kontribusi sebanyak satu gol dan tiga assist.

Kendati sudah memberikan kontribusi yang cukup oke, penampilan Rooney dinilai masih kurang. Hal itu disebutkan oleh eks pemain Arsenal yang sudah menjadi pundit, Ray Parlour.

Penampilan oke yang ditunjukkan oleh Marcus Rashford menjadi dasarnya. Penyerang MU berusia 18 tahun itu memang sedang dalam penampilan oke. Dia menjadi penentu kemenangan MU atas Hull City, lalu mencetak hat-trick saat tim Inggris U-21 menang 6-1 atas Norwegia di kualifikasi Piala Eropa.

Saat diturunkan di derby Manchester menggantikan Jesse Lingard, Rashford mampu memberi warna baru pada serangan ‘Setan Merah’. Dia juga mampu menjebol gawang City, tapi tak disahkan wasit karena bolanya membentur Zlatan Ibrahimovic yang berdiri offside.

“Sekarang Rooney bermain dengan para pemain-pemain bagus. Dia tak mendapat garansi untuk bermain,” kata Parlour di Sky Sports.

“Jose akan melihat situasinya –saya pikir Rashford seharusnya menjadi starter,” imbuhnya.

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini, Kevin De Bruyne menikmati start Manchester City di awal musim ini. Dia meyakini Pep Guardiola telah menghadirkan perbedaan pada permainan City.

De Bruyne Nikmati Start Bagus City di Musim Ini

City masih melaju sempurna di Premier League musim ini. Empat pertandingan dilewati The Citizens dengan kemenangan, mencetak 11 gol, dan kebobolan empat gol.

City kini menjadi satu-satunya tim di Premier League yang masih melaju dengan sempurna. Dengan 12 poin, Sergio Aguero dkk. memimpin klasemen dan unggul dua angka dari Chelsea yang ada di urutan kedua.

De Bruyne sendiri juga menjalani awal musim yang mengesankan. Pemain asal Belgia itu sudah menyumbang satu gol dan dua assist untuk City.

Bersama Guardiola, City disebut De Bruyne tengah mencoba untuk menerapkan gaya bermain yang berbeda. Dia pun merasa enjoy dengan apa yang diterapkan oleh Guardiola.

“Saya pikir cara kami mencoba untuk bermain itu sangat menyenangkan, khususnya untuk pemain menyerang, karena kami mencoba untuk memainkan sepakbola yang bagus, cara bermain sepakbola yang kami inginkan,” ujar De Bruyne seperti dikutip dari Soccerway.

“Saya pikir mungkin untuk beberapa orang ini adalah awal yang baru. Kami harus sedikit menjauhi permainan fisik di Premier League, karena kami tidak sekuat tim yang lainnya.”

“Kami tahu itu, jadi kami mencoba untuk mendominasi mereka dengan cara yang ingin kami mainkan,” katanya.

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh, Ada beberapa hal yang disoroti Luis Enrique dari kekalahan Barcelona dari Alaves. Salah satunya adalah soal lini pertahanannya yang dinilai rapuh.

Luis Enrique Mengaku Lini Pertahanan Barca Sangat Rapuh

Tidak ada Lionel Messi, Luis Suarez dan Andres Iniesta di daftar starter Barcelona saat menjamu Alaves di pekan ketiga La Liga Primera, Minggu (11/9/2016) dinihari WIB. Enrique memasang trio Neymar, Paco Alcacer, dan Arda Turan sebagai ujung tombak Barcelona dalam pertandingan itu.

Tertinggal satu gol di babak pertama, Barca berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua. Namun di menit 64 gawang Barca kembali jebol. Ibai Gomez yang mencetak gol penentu kemenangan Alaves memenangi perebutan bola dengan Jeremy Mathieu dan Javier Maschareno untuk kemudian melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Jasper Cillessen.

“Kami tidak punya inspirasi permainan. Kami tidak menempatkan diri kami dengan baik dan tidak memanfaatkan ruang yang dipunya dengan baik pada babak pertama,” ucap Enrique usai pertandingan.

“Gol kedua Alaves memberi pukulan karena kami menunjukkan rapuhnya pertahanan kami. Itu tercipta karena kesalahan kami dalam bertahan,” lanjutnya dikutip dari Sport.

Demi mengejar kemenangan Enrique lantas memasukkan Messi, Suarez, dan Iniesta di babak kedua. Namun itu tidak banyak membantu Barcelona. Permainan Barca tidak mengalir seperti biasanya. Pergerakan pemain juga tidak cair sehingga sulit menembus pertahanan Alaves yang tampil solid dan penuh disiplin.

“Begitulah yang terjadi. Saya yang paling bertanggung jawab untuk hal itu dan saya menerima (kritik yang datang). Semua hal buruk yang terjadi adalah kesalahan saya, tapi mudah untuk melempar kritik jika tahu kondisinya. Musim ini kami maju ke depan bukan hanya dengan 11 pemain, kami melangkah ke depan dengan 22 pemain,” ucap Enrique soal rotasi yang dia lakukan dalam pertandingan itu.

“Kami akan mengambil pelajaran dari pertandingan seperti ini, tapi hasil pertandingannya adalah sesuatu yang ingin Anda lupakan. Kami tidak menciptakan peluang seperti biasanya dan Alaves sangat efektif dengan peluang-peluang yang mereka punya,” tuntas dia.

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min, Son Heung Min bisa saja kembali ke Jerman pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas kemarin. Namun dia tak perlu karena masa depannya di Tottenham Hotspur masih cerah.

Pochettino Berikan Komentar Positif Kepada Son Heung Min

Adalah VfL Wolfsburg yang sempat mencoba mengeluarkan Son dari White Hart Lane, dengan menyodorkan proposal pembelian pemain Korea Selatan itu senilai 24 juta poundsterling. Angka itu bahkan lebih tinggi ketimbang ongkos Spurs saat menggaet Son dari Bayer Leverkusen pada musim lalu, yakni 21,9 juta pounds, yang menjadikannya pemain termahal dalam sejarah transfer The Liliywhites.

Namun Tottenham memutuskan tidak melepas Son secepat itu. Manajer Mauricio Pochettino tahu betul, masih banyak yang bisa dia dapatkan dari gelandang serang berusia 24 tahun itu.

Dan Son membuktikan itu. Pada lanjutan Premier League Sabtu (10/9) malam WIB, ia merintis kemenangan Tottenham di kandang Stoke City dengan menctak gol pertama dan kedua untuk timnya, yang di akhir laga unggul telak 4-0.

Son tidak mendapatkan musim debutnya di Inggris dengan mulus, karena tidak secara reguler menjadi pemain inti. Ia memang tampil dalam 42 pertandingan di semua kompetisi, dan mencetak delapan gol, namun hanya menjadi starter 13 kali di Premier League. Selain itu ia juga kerap dibekap cedera.

Pochettino baru memainkan Son tadi malam karena memberinya liburan lebih panjang setelah yang bersangkutan memperkuat timnas negaranya di Olimpiade 2016.

Sekembalinya ke London, demi memikat pelatihnya, Son meminta izin untuk absen dari pertandingan internasional tengah pekan kemarin, kala Korea menghadapi Suriah.

Dan dia mendapatkan komentar positif dari Pochettino.

“Saya sangat senang. Dia membutuhkan gol. Dia sangat penting untuk tim ini karena dia bisa membantu kami. Kami punya banyak pertandingan ke depan dan kami butuh Son dan dia bisa penting buat tim ini. Kedua golnya sangat bagus, luar biasa untuk dia dan tim, dan kami sangat senang dengan penampilannya,” ujar sang pelatih, seperti dikutip dari situs resmi klub.