AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Skuat City Nyanyikan Chants Tak Pantas untuk Liverpool, Guardiola Minta Maaf

 

 

 

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Josep Guardiola telah meminta maaf atas adanya aksi tidak pantas yang dilakukan pemain dan staf Manchester City saat merayakan kesuksesan mereka menjadi juara Premier League.

Para pemain City dan juga sejumlah staf merayakan keberhasilan mereka menjadi juara liga dengan menyanyikan chants di atas pesawat saat balik dari Brighton ke Manchester. Chants yang mereka nyanyikan itu meniru chants ‘Allez, Allez, Allez,’ yang diciptakan oleh fans Liverpool.

Namun liriknya diubah. Saat itu ada lirik yang menyinggung Vincent Kompany yang sukses mencederai Mohamed Salah.

Ada juga lirik yang menyinggung kekalahan pasukan Jurgen Klopp di final Liga Champions di Kiev atas Real Madrid. Kekalahan itu mereka klaim membuat para fans menangis di tribun.

Yang membuat banyak suporter Liverpool berang adalah adanya lirik yang menyinggung adanya suporter yang dihajar di jalanan. Tak jelas memang suporter mana yang mereka sindir.

Namun fans Liverpool menuding mereka menyindir kasus penganiayaan terhadap Sean Cox jelang duel lawan AS Roma di Anfield musim lalu. Ada juga yang menghubungkannya dengan tragedi Hillsborough.

Permintaan Maaf

City akan menjalani duel final FA Cup kontra Watford akhir pekan ini. Jelang duel tersebut Guardiola ditanya para jurnalis terkait chants dari anak-anak asuhnya itu.

Ia mengisyaratkan bahwa anak-anak asuhnya tak memiliki niatan untuk menyindir siapapun, termasuk Sean Cox atau tragedi besar seperti Hillsborough. Namun ia juga secara jantan meminta maaf atas tingkah laku anak-anak asuhnya tersebut.

“Itu bukan untuk menyinggung orang-orang tentang apa yang terjadi di Hillsborough atau orang itu atas apa yang terjadi melawan Roma,” ucapnya seperti dilansir Sky Sports.

“Anda pikir, hanya untuk satu detik, Anda dapat membayangkan kita mencoba menyinggung tragedi dunia Liverpool ini? Luar biasa.”

“Kami bahagia untuk diri kami sendiri. Jika seseorang tersinggung, saya minta maaf, saya minta maaf, tapi itu bukan niat kami. Untuk memenangkan Premier League sangatlah sulit melawan satu lawan yang luar biasa.”

Klarifikasi City

Sebelumya pihak City sudah memberikan klarifikasi terkait aksi chants tersebut. City membantah tuduhan pemain mereka merayakan kemenangan Premier League dengan nyanyian yang berkaitan dengan suporter Liverpool Sean Cox atau tragedi Hillsborough.

Mereka bersikeras chants yang dimaksud telah menjadi chants yang biasa mereka nyanyikan selama musim 2018-19 dan mengacu pada final Liga Champions 2018 di Kiev.

“Setiap dugaan yang berhubungan dengan lirik Sean Cox atau tragedi Hillsborough sepenuhnya tanpa dasar,” tambah pernyataan itu seperti dilansir Sky Sports.

Sementara itu pihak Liverpool sendiri tak memberikan pernyataan apapun terkait chants dari para pemain Manchester City tersebut.

 

 

 

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Inilah Penampakan Jersey Kandang Manchester United 2019/2020

 

 

 

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Klub Premier League, Manchester United sudah memulai persiapan mereka untuk musim kompetisi 2019/2020. Setan Merah resmi merilis jersey kandang mereka untuk musim kompetisi yang akan datang.

 

Pengumuman mengenai seragam kandang Manchester United ini diumumkan melalui situs resmi mereka. Secara garis besar, jersey kandang mereka musim depan merupakan sebuah tribute untuk mengenang 20 tahun perayaan treble winners mereka pada tahun 1999 silam.

 

Jersey mereka ini masih diproduksi oleh perusahaan Apparel asal Amerika Serikat, Adidas. Didominasi warna merah tua, Adidas memberikan aksen tiga strip di punggung jersey, di mana logo Chevrolet terpampang di depan Jersey, sementara logo Kohler ditaruh di lengan kiri mereka.

 

 

 

 

Sebagai bagian pengingat dari treble winners mereka, logo klub setan merah yang berwarna emas diletakkan di sebuah perisai berwarna hitam, di mana logo ini merupakan adaptasi logo klub di tahun tersebut.

 

 

Selain itu di lengan kiri ada tulisan ’90+1′ yang merupakan menit terjadinya gol Teddy Sheringham dan di lengan kanan tertulis ’90+3′ yang merupakan menit Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol penentu kemenangan Setan Merah di Camp Nou.

 

 

Jersey Kiper

 

Sementara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jersey kiper MU untuk musim depan menggunakan warna dasar ungu. Biasanya untuk warna jersey kandang, Setan Merah biasanya menggunakan warna hijau.

 

 

 

 

 

 

Untuk corak jersey, corak jersey kiper ini menggunakan corak macan, di mana kombinasi warna dan corak ini merupakan kombinasi seragam yang digunakan Peter Schmeichel di musim 1998/1999 kemarin.

 

Harga Jual

 

Berdasarkan situs resmi Manchester United, Bolaneters harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memiliki jersey kandang MU tersebut.

Di toko resmi mereka, jersey lengan pendek ini dibanderol sekitar $109.95 atau sekitar IDR 1.586.853. Sementara untuk harga celananya dipatok sekitar $44.95 atau sekitar IDR. 648.740.

Bagaimana pendapat kalian mengenai jersey kandang MU ini Bolaneters? Sampaikan pendapat kalian di bawah ini ya!

 

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | 3 Alasan Antoine Griezmann Tidak Cocok Untuk Barcelona

 

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Bintang Atletico Madrid Antoine Griezman sudah memutuskan akan meninggalkan klub pada akhir musim. Griezmann bakal mengakhiri kebersamaannya di klub yang sudah berlangsung selama lima musim terakhir.

Griezmann datang ke Atletico pada tahun 2014 setelah ditransfer dari Real Sociedad. Setelah itu, pemain Prancis tersebut menjadi bagian penting dari skuat asuhan Diego Simeone.

Pemain berusia 28 tahun itu sudah mencetak 133 gol dari 256 penampilan klub raksasa La Liga tersebut. Seain itu, Griezmann juga sudah memenangkan Liga Europa, Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol.

Griezmann belakangan ini sangat santer dikaitkan dengan Barcelona. Bintang Prancis itu bisa berakhir di Camp Nou pada bursa transfer musim panas mendatang.

Barcelona sudah pernah mencoba untuk merekrut Griezmann pada musim kemarin. Akan tetapi, sang pemain memutuskan untuk tetap bertahan di klub.

Blaugrana kabarnya akan merekrut Griezmann dengan menebus klausul rilis sang pemain pada musim panas nanti. Namun, ada hal yang bisa membuat Griezmann tidak akan bisa sukses di Barcelona.

Berikut ini tiga alasan Antoine Griezmann tidak cocok bermain di Barcelona

 

Posisinya Sama Dengan Messi

 

 

Grizemann menikmati peran sebagai second striker atau trequartista untuk Atletico Madrid dan tim nasional Prancis. Posisinya yang mirip dengan Lionel Messi.

Itu adalah posisi yang ideal buat Griezmann, seperti yang terjadi di Piala Dunia 2018, di mana ia bermain di belakang striker Olivier Giroud di timnas Prancis. Griezmann mencetak empat gol dan dua assist di Rusia sehingga berhasil menyabet penghargaan Bola Perunggu.

Jika pindah ke Barcelona, Griezmann akan dipaksa untuk bermain di depan sebagai nomor 9 atau di posisi sayap seperti Philippe Coutinho. Berusia 28 tahun, kecepatan Griezmann terlihat sedikit menurun dan sepertinya tidak akan berhasil di sisi sayap. Dia bukan pencetak gol yang sangat tajam yang bisa bersinar sebagai pemain nomor sembilan.

 

 

Tidak Terbiasa Menjadi Pelapis

 

 

 

 

Di tim nasional Prancis dan Atletico Madrid, Griezmann adalah bintang utama. Dia adalah orang yang dipercaya untuk mengambil penalti, sepak pojok serta tendangan bebas di bawah Diego Simeone di Atletico Madrid maupun di bawah Didider Deschamps untuk Les Blues. Dia sering menjadi pemain yang memulai serangan dan menentukan tempo permainan.

Namun, pindah ke Barcelona akan membuatnya berhadapan dengan pemain terbaik sepanjang masa seperti Lionel Messi. Hal itu bisa membuatnya menjadi pelapis di sana karena mereka bermain di posisi yang sama. Gaya bermain Griezmann mungkin akan menghambat serangan Barcelona daripada menguntungkannya.

Peran Griezmann mungkin akan terbatas dan tidak lagi mendapat kebebasan seperti saat di Atletico. Jika ingin bermain reguler, Griezmann mungkin harus bermain di posisi sayap dan ikut membantu bertahan seperti yang dilakukan Philippe Coutinho musim ini.

 

 

Bukan Predator yang Tajam

 

 

 

 

Jika Ernesto Valverde berpikir Griezmann sebagai alternatif untuk Luis Suarez, ia sudah membuat keputusan yang buruk. Meski pemain Prancis itu sangat licin dan bisa mencetak gol, dia bukan pemain yang bisa menjamin 25+ gol per musim.

Griezmann sudah menyumbang 19 gol dan 10 assist untuk Atletico musim ini. Tiga di antaranya merupakan penalti dan tiga gol lainnya berasal dari tendangan bebas, yang sepertinya tidak akan ia dapatkan di Barcelona. Selain itu, ia harus bersaing dengan Lionel Messi sebagai eksekutor tendangan bebas. Messi sudah mencetak 8 gol dari tendangan bebas langsung pada musim ini.

Valverde dan Barcelona akan lebih bijaksana untuk mengejar pemain nomor sembilan yang sudah terbukti seperti striker Eintracht Frankfurt Luka Jovic atau bomber Alexandre Lacazette sebagai pengganti jangka panjang untuk Luis Suarez. Pemain asal Uruguay itu sudah dimakan usia dan harus segera diganti.

 

 

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Hasil Pertandingan Atalanta vs Lazio: Skor 0-2

 

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Lazio sukses meraih gelar juara Coppa Italia musim ini usai menumbangkan Atalanta dua gol tanpa balas dalam partai final yang dihelat di Olimpico, Kamis (16/5) dini hari WIB.

Usai bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Lazio memastikan kemenangan berkat dua gol yang dicetak Sergej Milinkovic-Savic dan Joaquin Correa di akhir babak kedua.

Ini menjadi trofi Coppa Italia ketujuh sepanjang sejarah Lazio. Selain itu, Biancoceleste juga berhak mendapat satu jatah tampil di Liga Europa musim depan.

Babak Pertama

Atalanta tak gentar meski tampil di Olimpico. Pasukan Gian Piero Gasperini mencoba langsung tampil menggebrak sejak kick-off. Sayang belum ada peluang berbahaya yang tercipta.

Memasuki menit ke-25, Atalanta mendapat peluang emas untuk memimpin ketika Marten de Roon melepas tembakan voli menyambut sebuah tendangan bebas. Sayang usahanya masih digagalkan tiang gawang.

Jelang babak pertama usai, Ciro Immobile mencoba membahayakan pertahanan Atalanta. Namun Andrea Masiello tampil sigap untuk mengamankan daerah pertahanan timnya. Skor imbang 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Kembali dari kamar ganti, Atalanta masih lebih mendominasi dari sisi penguasaan bola. Namun Josip Ilicic cs kesulitan untuk membongkar pertahanan Lazio yang tampil disiplin.

Sadar timnya menemui kebuntuan, Simone Inzaghi pun melakukan perubahan dengan memasukkan Milinkovic-Savic untuk menggantikan Luis Alberto di menit ke-79.

Hasilnya pun langsung terasa. Milinkovic-Savic sukses menggetarkan gawang Pierluigi Gollini di menit ke-82 lewat sundukan meneruskan sepak pojok Lucas Leiva. Olimpico pun bergemuruh menyambut gol ini.

Tertinggal satu gol membuat Atalanta mencoba meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun hal ini justru menjadi senjata makan tuan karena Lazio sangat berbahaya dalam serangan balik.

Correa pun membuktikan hal tersebut. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, Correa membawa bola sendirian dan memperdaya Gollini sebelum menceploskan bola menjadi gol. Skor 2-0 untuk kemenangan Lazio pun menjadi hasil akhir laga ini.

Susunan Pemain

Lazio: Strakosha; Luiz Felipe, Acerbi, Bastos (Radu 36′); Marusic, Parolo, Lucas Leiva, Luis Alberto (Milinkovic-Savic 79′), Lulic; Immobile (Caicedo 66′), Correa.

Atalanta: Gollini; Masiello, Palomino, Djimsiti; Hateboer, De Roon (Pasalic 85′), Freuler, Castagne (Gosens 85′); Papu Gomez; Ilicic, Duvan Zapata (Barrow 84′).

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Liverpool Diyakini Bisa Atasi Spurs di Final Liga Champions

 

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Mantan bintang Liverpool Neil Mellor telah mendukung The Reds untuk mengalahkan Tottenham Hotspur di Liga Champions. Ia merasa para pemain memiliki mental dan keyakinan untuk menghapus kekecewaan dari final tahun lalu.

Pasukan Jurgen Klopp kalah dalam perebutan gelar Premier League pada musim ini. Mereka terpaut satu poin saja dari Manchester City yang menjadi juara.

Meski harus kembali puasa gelar liga sejak 1990, Liverpool masih punya kesempatan untuk memenangkan gelar. Mereka sudah menembus final Liga Champions.

Ini merupakan kali kedua secara beruntun Liverpool lolos ke final Liga Champions. Musim lalu mereka tampil final tetapi kalah dari Real Madrid.

 

 

 

 

 

 

 

Bisa Kalahkan Spurs

Liverpool akan menghadapi Tottenham di final Liga Champions pada 2 Juni di Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol. Mellor tetap yakin kalau Liverpool bisa mengalahkan Spurs di final musim ini.

“Tentu saja [saya pikir Liverpool bisa mengalahkan Tottenham di final Liga Champions di Madrid], sepenuhnya percaya diri [juga]”

“Penampilan melawan Barcelona benar-benar luar biasa, tidak dijagokan, tetapi keyakinan ada di sana bersama para pemain.

“Saya pikir mereka sudah punya mentalitas musim ini setelah dikalahkan oleh Real Madrid di final tahun lalu.”

Klub Inggris Tersukses di Eropa

Liverpool adalah klub Inggris tersukses di Eropa. Mereka sudah memenangkan Liga Champions sebanyak lima kali.

Mereka bisa menambah koleksinya menjadi enam apabila bisa mengalahkan Spurs tahun ini. The Reds terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2005 setelah mengalahkan AC Milan.

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Dengan Segala Hormat, Liverpool Diminta Memulangkan Philippe Coutinho

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Mantan kapten Liverpool, Phil Thompson meyakini Liverpool harus mempertimbangkan kemungkinan memulangkan Philippe Coutinho ke Anfield. Dia percaya Coutinho bisa jadi tambahan yang sempurna untuk skuat The Reds yang sekarang.

Gelandang asal Brasil ini meninggalkan Liverpool untuk Barcelona pada Januari 2018 lalu. Kala itu, Barca begitu ngotot mendatangkan Coutinho. Rekor transfer klub sebesar 146 juta poundsterling pun dipecahkan demi sang pemain.

Sayangnya, performa Coutinho belum juga memenuhi harapan Barca dan fans setia mereka. Coutinho justru lebih sering dicela saat bertanding, bahkan kondisi ini membuat dia lebih sering dicadangkan.

Coutinho tampak tersesat dan tidak punya tempat di Barcelona, karena itulah Liverpool boleh saja menerima dia kembali

Keputusan Tepat

Menurut Thompson, membawa pulang Coutinho saat ini bisa jadi keputusan yang tepat. Dia yakin kemampuan Coutinho masih sangat baik, hanya kurang bersinar di Barca karena posisi bermain yang keliru. Liverpool bisa menyelesaikan masalah itu.

“Saya bakal membawa dia [Coutinho] kembali saat ini juga, tetapi harus sekarang. Anda tidak boleh menunggu 12 bulan lagi, saya kira dia masih punya kemampuan itu

“Dia menderita di Barcelona. Kita sudah pernah melihat dia bermain melebar di sayap kiri, tapi dia bukan Neymar.”

“Dia harus bermain di tengah di mana dia bisa memberikan kemampuan terbaiknya dan mendapatkan bola untuk menyulitkan lawan,”

Tidak Dicintai

Kondisi Coutinho itu kian buruk karena tampaknya tidak ada fans Barca yang benar-benar mencintai Coutinho. Mereka sudah telanjur kecewa dan tidak mau lagi menunggu pembuktian Coutinho. Membalikkan situasi seperti itu bakal sangat sulit.

“Dia tidak bisa melakukan itu [bermain di tengah] di Barcelona dan dia jelas bukan penyerang sayap kiri, tetapi justru di situlah dia diminta bermain di Barcelona. Mereka tidak mencintai dia seperti Liverpool mencintainya,” pungkasnya.

Philippe Coutinho memang terus dikabarkan bakal kembali ke Premier League. Dia tidak mendapatkan tepat di Barcelona, terlebih setelah kegagalan mereka di Liga Champions dewasa ini. Selain Liverpool, Manchester United juga mengejar Coutinho.

 

 

AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA | Man City Dilarang Tampil di Liga Champions, Guardiola ke Juventus?

 

 

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya

Nasib apes menimpa Manchester City yang baru saja memastikan trofi Liga Inggris 2018-2019. The Citizens –julukan Man City– sedang dipantau UEFA karena dinilai melakukan pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Jika terbukti melanggar, Man City dilarang tampil di ajang Liga Champions selama satu musim. Paling cepat, Manchester Biru dilarang ikut serta di Liga Champions 2019-2020. Andai pada akhirnya Man City tak diizinkan ambil bagian di Liga Champions 2019-2020, Juventus dapat mencuri kesempatan.

 

 

 

 

Seperti diberitakan Calciomercato, Selasa (14/5/2019), Juventus dapat menyelinap untuk mendapatkan jasa pelatih Man City, Josep Guardiola. Menurut media-media Italia, Juventus tertarik menggunakan jasa Guardiola untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri.

Dalam posisi normal, kecil peluang Juventus untuk mendapatkan tanda tangan Guardiola. Selain masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2021, Guardiola memiliki misi membawa Man City menjadi yang terbaik di Eropa.

Akan tetapi, ambisi Guardiola meraih trofi Liga Champions 2019-2020 bersama Man City bisa hancur berantakan jika Sergio Aguero dan kawan-kawan dilarang ikut serta. Karena itu, Juventus coba menawarkan ambisi yang sama kepada Guardiola, yakni memenangi trofi si Kuping Besar pada 2019-2020.

 

 

 

Selain Guardiola, Juventus memiliki opsi lain untuk menangani mereka musim depan. Sebut saja Didier Deschamps yang kini menangani Tim Nasional Prancis, Jurgen Klopp (Liverpool), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur) dan Antonio Conte.

5 Klub Nama Besar yang Tak Pernah Sukses Jadi Juara Liga Champions

 

 

Agen Judi Bola Terpercaya –

Setiap klub-klub elite Eropa, pastinya mempunyai ambisi untuk merengkuh gelar juara kompetisi ​Liga Champions, seusai berhasil masuk ke dalam ajang paling bergengsi di Benua Biru tersebut.

Akan tetapi, nyatanya masih banyak tim-tim top yang sampai saat ini masih gagal menggapainya.

Saat ini Real Madrid tercatat sebagai klub yang paling banyak mengoleksi gelar Liga Champions. Total El Real jadi juara sebanyak 13 kali. Disusul AC Milan dengan tujuh raihan trofi.

Selanjutnya ada Bayern Munchen, Liverpool, Barcelona dengan torehan lima gelar. Ajax Amsterdam menguntit dengan empat piala.

Liga Champions musim 2018-2019 akan mempertemukan dua klub asal Inggris, Tottenham Hotspur dengan Liverpool di laga puncak.

Bicara soal klub dengan nama besar, namun sampai saat ini belum sekalipun merasakan madu juara Liga Champions, situs 90min yang disarikan Bola.com punya datanya. Simak detailnya di bawah ini:

 

1 . AS Roma

 

​Ketika belum berganti format ke Champions League, AS Roma memang pernah menjajal laga final European Cup di tahun 1984.

Akan tetapi, semenjak UEFA memutuskan untuk berganti format dalam kompetisinya, klub asal Ibukota Italia tersebut masih gagal menembus babak final, meski Giallorossi pernah diperkuat dengan pemain-pemain top seperti Francesco Totti hingga Gabriel Batistuta.

Pencapaian terbaik mereka sendiri adalah kala melaju ke semifinal pada edisi 2017-2018 silam. Sayangnya, mereka harus rela mengakui keunggulan Liverpool dengan agregat 5-2.

 

2. PSG

 

Semenjak Nasser Al-Khelafi mengambil alih Paris Saint-Germain di tahun 2011, dirinya langsung mengubah Les Parisiens sebagai salah satu klub yang patut diwaspadai lantaran bisa mendatangkan pemain-pemain bintang ke Parc Des Princes.

Sudah menghamburkan banyak uang, seperti membeli Neymar dan Kylian Mbappe dengan total transfer 358 juta pound, PSG nyatanya masih belum bisa menembus babak final Champions League.

Pada musim 2018-2019 ini aja, skuat asuhan Thomas Tuchel sudah harus tersingkir di babak 16 besar seusai ditaklukan oleh Manchester United. Ironisnya, mereka sudah unggul 2-0 di leg pertama, namun justru ditundukkan 1-3 di leg kedua.

 

3. Sporting CP

 

Sporting CP memang sering mengganggu Porto, dan Benfica di liga domestik untuk memperebutkan gelar juara. Walau begitu, Leoes tidak begitu mendapatkan nasib yang baik ketika harus memainkan kompetisi Champions League.

Catatan terbaik dari klub yang bermarkas di Estadio Jose Alvalade adalah menembus babak 16 besar saja. Catatan itu terbilang sangat mengecewakan jika dibandingan dengan Porto yang pernah mengangkat trofi si kuping besar di tahun 2004.

 

4. Tottenham Hotspur

 

​Tottenham Hotpsur asuhan Mauricio Pochettino di musim 2018-2019 ini, memang berhasil menembus babak semifinal Champions League.

Akan tetapi, melihat kondisi saat ini, Spurs yang telah tertinggal 0-1 oleh lawannya, Ajax Amsterdam (The Lancers mempunyai tabungan gol tandang), saat memainkan leg pertama di hadapan supporternya sendiri, berpotensi besar jika Spurs gagal untuk masuk ke laga final dalam sepanjang sejarah klub.

 

5. Manchester City

 

​Manchester City, mempunyai nasib yang sama seperti PSG (Paris Saint-Germain) ketika menjalani kompetisi Champions League.

Seperti diketahui, setiap musimnya The Citizens selalu mengeluarkan dana besar di bursa transfer untuk menguatkan komposisi skuatnya, dan bahkan kini Pep Guardiola ditunjuk sebagai pelatih utama yang membuat ambisi Man City untuk merengkuh gelar juara Champions League, semakin besar.

Nahasnya, semenjak Guardiola menungkangi Man City di tahun 2016 lalu, pelatih berkepala plontos tersebut masih gagal membawa klub bermarkas di Etihad Stadium menembus final.

 

 

Paul Ince: Ole Gunnar Solskjaer Belum Siap Latih Manchester United

Ince menyebut manajemen Setan Merah terlalu cepat mengangkat status Solskjaer dari interim ke permanen.

Mantan penggawa Manchester United dan Liverpool, Paul Ince, melontarkan serangan baru terhadap Ole Gunnar Solskjaer.

Tujuh kekalahan dalam sembilan pertandingan membuat Setan Merah terpaut tiga angka dari posisi empat besar Liga Primer Inggris. Situasi tersebut membuat Ince kembali tidak bisa menahan diri untuk mengkritik keputusan manajemen klub yang mempermanenkan status Ole.

“Saya melihat klub dan masa depan mereka sangat mengkhawatirkan saya,” ujarnya kepada Paddy Power. “Mereka sangat, sangat jauh dari banyak tim. Mengapa pemain-pemain itu tampil begitu baik ketika Ole datang dan sekarang mereka tidak demikian?

“Tidak ada karakter, tidak ada kepemimpinan, tidak ada hasrat, tetapi manajer juga harus memberi motivasi kepada para pemain.

“Ini adalah pemain yang sama, yang bermain brilian beberapa pekan lalu, jadi jika mereka tidak merasa termotivasi, itu tergantung Ole untuk menyelesaikannya.

“Saya sudah mengatakan sebelum dia diangkat sebagai manajer dan saya mengatakan dengan keras, tetapi saya benar. Saya ingin dia sukses, tetapi saya tidak berpikir dia mampu menjalankan tugas ini.

“Ini rekontruksi yang sangat besar, dan akankah para pemain ingin datang ke Man United dan bermain untuk dia? Saya tidak yakin – ini berbeda dengan nama besar seperti Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

“Faktanya, mereka (manajemen) seharusnya menunggu hingga akhir musim sebelum memberi dia status permanen.”

Liverpool Pimpin Perburuan Lorenzo Insigne

Hubungan Insigne dengan Napoli kabarnya retak sehingga sang striker melirik klub lain.

Liverpool dikabarkan sedang memimpin dalam perburuan striker Napoli Lorenzo Insigne untuk bursa transfer musim panas ini.

Insigne sudah bermain untuk klub Serie A Italia itu sejak 2006, berkembang dari akademi klub sebelum melakoni debutnya di tim pertama pada 2010. Namun, dilansir Corriere dello Sport, hubungan sang striker dengan Napoli retak sehingga ia melirik klub lain.

Sementara itu, Liverpool diyakini akan aktif di bursa transfer musim panas ini dengan Insigne menjadi salah opsi buat Jurgen Klopp di lini depan.

Sejumlah klub besar Eropa lainnya juga kabarnya tertarik dengan Insigne, di antaranya Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munich, dan Inter Milan.

Insigne total mencetak 76 gol dari 302 penampilan untuk Napoli, termasuk 13 gol di berbagai ajang kompetisi pada musim ini.

Kontrak Insigne saat ini bersama Napoli berlaku hingga Juni 2022.